Langsung ke konten utama

Konfigurasi Ubuntu sebagai Server dengan Alpine Linux Client


 




Konfigurasi IP Statik Ubuntu Server dan Alpine Linux di VirtualBox

Pada artikel kali ini, kita akan membahas bagaimana cara mengatur konfigurasi IP statik pada mesin virtual (VM) Ubuntu Server dan Alpine Linux, serta membuat NAT permanen agar Alpine Linux dapat terhubung ke internet melalui Ubuntu. 


1. Menambahkan Network Adapter di Ubuntu VM

Sebelum melakukan konfigurasi, pastikan kalian sudah menambahkan Network Adapter (NA) pada VM Ubuntu di VirtualBox.

  • NA 1 (Bridge Adapter)
    Digunakan untuk menghubungkan Ubuntu langsung ke jaringan WiFi kantor.

  • NA 2 (Internal Network)
    Adapter ini akan digunakan untuk komunikasi antara Ubuntu dan Alpine Linux.

Kenapa menggunakan Internal Network?
Karena lebih aman dan terisolasi, hanya VM yang berada pada internal network yang sama yang bisa saling berkomunikasi.

2. Konfigurasi IP Statik di Ubuntu

a. Konfigurasi NA Bridge

Jalankan Ubuntu, kemudian edit file konfigurasi network menggunakan vim (atau nano, jika lebih nyaman):

$ sudo vi /etc/netplan/50-cloud-init.yaml
Isi konfigurasinya seperti berikut (sesuaikan nama interfacenya, misal enp0s3 untuk Bridge):
network:
  version: 2
  ethernets:
    enp0s3:
      dhcp4: false
      addresses: [192.168.100.154/24]   # sesuaikan dengan IP kantor
      route: 
        - to : default
        - via: 192.168.1.1            # gateway kantor
      nameservers:
        addresses: [8.8.8.8, 8.8.4.4]
Catatan: Sesuaikan addresses dan gateway4 dengan jaringan WiFi kantor yang kalian gunakan.

b. Konfigurasi NA Internal (ke Alpine Linux)

Masih di file konfigurasi yang sama, tambahkan adapter kedua (misal enp0s8) :

    enp0s8:
      dhcp4: no
      addresses: [10.10.30.2/24]
Simpan file lalu jalankan:
$ sudo netplan apply

3. Membuat NAT Permanen di Ubuntu 

Agar Alpine Linux bisa terhubung ke internet melalui Ubuntu, kita perlu membuat aturan NAT. Jalankan perintah berikut di Ubuntu:
$ sudo iptables -t nat -A POSTROUTING -s 10.10.30.2/24 -o enp0s3 -j MASQUERADE
Agar aturan ini permanen, install paket iptables-persistent:
$ sudo apt install iptables-persistent -y
$ sudo netfilter-persistent save
$ sudo netfilter-persistent reload

4. Konfigurasi Alpine Linux 

a. Atur Network Adapter 

 Pastikan Alpine Linux menggunakan Internal Network yang sama dengan Ubuntu. 

b. Konfigurasi IP Statik Edit konfigurasi interface di Alpine:

# vi /etc/network/interfaces
Isi dengan:
auto eth0
iface eth0 inet static
    address 10.20.30.3/24
    gateway 10.20.30.2
    dns-nameservers 8.8.8.8 8.8.4.4
Lalu restart networking:
# /etc/init.d/networking restart

5. Pengujian Koneksi 

a. Ping dari Alpine ke Ubuntu

ping 10.20.30.254  #ping ke ubuntu

b. Ping ke Internet

ping 8.8.8.8
ping google.com
Jika berhasil, Alpine akan mengakses internet dengan jalur: Alpine → Ubuntu → WiFi kantor (Bridge).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMBUAT VIRTUAL MESIN UBUNTU SERVER 24.04

Sebelum memulai proses instalasi Ubuntu Server, penting untuk memahami terlebih dahulu apa itu  Ubuntu dan mengapa sistem operasi ini menjadi pilihan populer untuk kebutuhan server. Ubuntu adalah sistem operasi berbasis Linux yang bersifat gratis, open source, dan dikenal stabil serta aman. Ubuntu memiliki beberapa versi, salah satunya adalah  Ubuntu Server , yang dirancang khusus untuk kebutuhan jaringan, server, dan komputasi tanpa antarmuka grafis, sehingga lebih ringan dan efisien digunakan di lingkungan server. PERSIAPAN

Konfigurasi Nginx sebagai Reverse Proxy di AlmaLinux 9.6

Konfigurasi Apache2 as Reverse Proxy di Ubuntu Server

  🔁 Konfigurasi Apache2 sebagai Reverse Proxy di Ubuntu Server Langkah-langkah berikut akan membuat Apache2 berfungsi sebagai Reverse Proxy yang meneruskan permintaan ke Nginx di port 8183 . 1️⃣ Ubah File Root HTML Nginx Misal file root Nginx ada di /var/www/html/index.html $ sudo nano /var/www/html/index.html Isi atau ubah menjadi: <!DOCTYPE html> <html> <head><title>Test Reverse Proxy</title></head> <body>   <h2>Nama Kalian</h2>   <pre>Reverse Proxy Sukses</pre> </body> </html> Simpan dan keluar. 2️⃣ Ubah Port Apache2 ke Port Default (80) Edit file: $ sudo nano /etc/apache2/ports.conf Pastikan terdapat baris berikut: Listen 80 Jika belum ada, tambahkan baris tersebut. 3️⃣ Ubah Port Nginx ke 8183 Edit konfigurasi default Nginx: $ sudo nano /etc/nginx/sites-available/default Ubah bagian listen menjadi: listen 8183 default_server...